Followers

Sunday, February 7, 2010

Kisah Untuk Diri

Bismillahirahmanirahim

(Dengan nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha Mengasihi)

Pada post kali ini,terdapat beberapa kisah pengajaran untuk diri kita sendiri. Hayatilah dan fahamilah makna tersirat di sebaliknya moga-moga beroleh manfaat.


Suatu hari, ayah dari keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya melawat ke sebuah negara yang sebahagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan niat untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin kepada anaknya.


Mereka menghabiskan waktu seharian di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang kelihatan sangat miskin. Apabila pulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya.

"Bagaimana perjalanan tadi?"

"Sungguh luar biasa, Abah."

"Kamu lihatkan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?"tanya sang ayah.

"Iya, Abah" jawabnya.

"Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?" tanya ayahnya lagi.

Si anak menjawab,

"Saya melihat kenyataan bahawa kita mempunyai seekor haiwan peliharaan sedangkan mereka memiliki empat ekor.

Kita miliki sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya.

Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka.

Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horizon.

Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang.

Kita memiliki pelayan yang melayani setiap keperluan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri.

Kita membeli makanan yang akan kita makan,tetapi mereka menanam sendiri.

Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka."

Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa.

Kemudian si anak menambah,

"Terima kasih, Abah, akhirnya saya tahu betapa miskinnya diri kita."

*

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetik paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"


"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"

"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?" tanya si pembuat jam.

"Lapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.

"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" cadang si pembuat jam.

"Dalam satu jam harus berdetik 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam dengan penuh kesabaran kemudian berkata lagi kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetik satu kali setiap detik?"

"Oh, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh semangat.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetik satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa kerana ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetik tanpa henti. Dan itu bererti ia telah berdetik sebanyak 31,104,000 kali.

Pengajaran:


Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang kita anggap mustahil untuk dilakukan sekalipun.

*

No comments: