Followers

Wednesday, December 9, 2015

Benci



*

Serasa hendak meledak
Saat mata ini membelalak
melihat sikapku rasanya ingin teriak
Dimanakan hati nuraniku?
begitu tega aku menyakitkan hatimu.

Dulu asa itu indah kurenda
Menjadi butir-butir kasih yang mesra
Namun kini begitu saja aku koyak luka

Kini, hanya sepucuk kata dapat kuberi
Menjadikan kamu sepenggal benci
Mungkin saat ini atau sampai nanti
Tak Akan dapat kau hapus rasa ini
Rasa benci yang kau bawa mati.

*

No comments: